Sitename

Description your site...

Meski Bebas dari Polio, Diskes Kalbar Tetap Lakukan Pencegahan

Meski Bebas dari Polio, Diskes Kalbar Tetap Lakukan Pencegahan

KALAMANTHANA, Pontianak – Meski Kalimantan Barat telah bebas polio sejak tahun 2000, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Andi Jap, tetap melakukan pencegahan.

“Sejak tahun 2000 ke bawah, sampai sekarang kita belum menemukan ada masyarakat kita yang terkena polio. Namun, upaya pencegahan tetap kita lakukan, salah satunya dengan menyukseskan program PIN 2016,” kata Andy saat pencanangan program PIN 2016 Kalimantan Barat, yang dipusatkan di Kabupaten Landak, Selasa.

Menurutnya, imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang sangat efektif dan murah, karena dengan memberikan anak-anak imunisasi polio, maka kita bisa mencegah kecacatan, kesakitan, bahkan kematian yang disebabkan oleh penyakit polio. Dengan imunisasi ini, maka anak kita akan memiliki kekebalan terhadap virus polio.

“Makanya kita mengharapkan agar masyarakat bisa menyadari ini dan memberikan imunisasi kepada anak-anaknya agar memiliki kekebalan terhadap virus polio,” tuturnya.

Dia menambahkan, penyakit polio disebabkan oleh infeksi virus polio yang sangat berbahaya dan cepat menjangkit pada anak-anak yang menyerak susunan saraf dan dapat menyebabkan kecacatan, kelumpuhan bahkan kematian. Untuk penularannya sejauh ini banyak disebabkan oleh kotoran manusia yang terkontaminasi.

Melalui kegiatan PIN polio selama tiga tahun berturut-turut sejak tahun 1995, 1996 dan 1997 serta imunisasi rutin kepada bayi dan balita, maka Indonesia telah berhasil memperoleh sertifikat bebas polio dari WHO pada bulan Maret 2014 lalu. Sementara itu, masih ada negara lain yang belum bebas polio, seperti Afghanistan, Pakistan dan Nigeria.

“Perlu diketahui, angka cakupan imunisasi polio dosis keempat secara Nasional sudah diatas target 90 persen. Namun itu tidak merata diseluruh provinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Dia menjelaskan, untuk Kalimantan Barat, cakupan imunisasi polio dosis keempat tahun 2015 sebesar 82,4 persen, dengan cakupan terbesar berada di Kapuas Hulu sebesar 98 persen dan terendah berada di Singkawang sebesar 67,9 persen.

“Sementara itu, untuk pelaksanaan PIN 2016 ini, kita menargetkan ada 505.408 anak yang akan diimunisasi melalui 5.590 pos pin yang tersebar di seluruh Kalbar, termasuk puskesmas dan jejaringnya, dan melibatkan 19410 kader PIN. Untuk itu, kita mengharapkan agar masyarakat bisa menyadari berapa pentingnya PIN ini kedepan, generasi penerus kita bisa bebas dari Polio,” kata Andi.

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan