Sitename

Description your site...

Barut Perang Melawan Sampah, Inilah Aksinya

Barut Perang Melawan Sampah, Inilah Aksinya

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Kepala Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Suriawan Prihandi, memberi pokok-pokok arahan pada acara perang sampah tahun 2016 di halaman kantor Badan Lingkungan Hidup, Minggu (13/3/2016).

Gerakan Perang Sampah ini digelar dalam rangka mendukung program Adipura dan memperingati Hari Peduli Sampah 22 Februari 2016 yang lalu. Dengan aktivitas ini, diharapkan bisa membangkitkan semangat generasi muda Barut untuk peduli lingkungan, sampah, dan hidup bersih serta hijau.

Ini menjadi agenda yang baru pertama kali dilaksanakan oleh BLH Kabupaten Barito Utara. Lokasi pengambilan dan pemungutan sampah adalah pasar Pendopo, Pertokoan Barito Permai, Pasar PBB, Pertokoan PBB, dengan sasaran utama adalah sampah anorganik (plastik, kaca, logam dan lain – lain).

Peserta berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, dan komunitas pencita lingkungan, termasuk klub-klub sepeda motor dan sepeda. Para peserta dibagi grup dan setiap grup terbagi dalam dua tim, yaitu tim kerja di Pasar Pendopo dan tim kerja di Pasar PBB. Masing-masing tim beranggotakan lima orang.

Jumlah grup yang mendaftar sebanyak 15 dengan angota masing-masing grup 10 orang atau total seluruh peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 150 orang. Penyelenggara menyediakan masker dan bakul sebagai tempat menaruh sampah. Peserta diperkenankan untuk membawa tempat lain dengan ketentuan ramah lingkugan. tidak diperbolehkan menggunakan kantong kresek atau bahan plastik lainnya.

Saat pelaksanaan lomba, setiap tim diberi kesempatan untuk memungut sampah sebanyak-banyaknya dengan cara menyebar di seluruh penjuru lokasi dengan durasi 1,5 jam. Setelah itu sampah dikumpukan di tempat yang telah ditentukan panitia. Setelah sampah terkumpul, tiap tim melaksanakan proses pemilahan berdasakan jenis sampah yang didapatkan di lokal selama 30 menit.

Tahap berikutnya tim juri akan melakukan melakukan penilaian terhadap masing-masing tim dengan kretiria penilaian (pemilahan 40%, volume sampah 30%, kerja sama 15%, dan peralatan 15% ). Di samping itu tim juri juga melakukan penilaiyan saat peserta berada di lokasi yaitu penilaian semagat kerja dan kelengkapan peralatan kerja yang digunakan. penentuan juara yaitu nilai akhir yang merupakan gabungan hasi penilaian juri dari tim kerja di pasar Pendopo dan tim kerja di Pasar PBB. (fir)

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan