Sitename

Description your site...

Nadalsyah Ingatkan Muhammadiyah-Aisyiah Fiolosi Sapu Lidi

Nadalsyah Ingatkan Muhammadiyah-Aisyiah Fiolosi Sapu Lidi

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Bupati Barito Utara, H. Nadalsyah membuka Musyawarah Daerah Muhammadiyah dan Aisiyah Barito Utara tahun 2016 di Gedung Balai Antang Jalan Ahmad Yani Muara Teweh, Sabtu (19/3/2016).

Bupati Nadalsyah berharap Muhammadiyah dan Aisyiah kian memperbesar peran dalam memajukan pembangunan, khususnya di bidang keagamaan di Barito Utara. Dia memiliki keyakinan itu, terlebih dengan tema Musda, yakni gerakan pencerahan menuju Barito Utara berkemajuan dan gerakan perempuan Muslim untuk mencerahkan kerhidupan bangsa.

“Semoga ke depan akan mampu mencerahkan berbagai permasalahan, baik internal maupun eksternal, dilandasi dengan pola pikir secara luas,” katanya.

Nadalsyah juga berharap melalui Musda kali ini akan menghasilkan komitmen untuk meningkatkan, memantapkan kualitas, serta keberadaan organisasi persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiah secara prima. Dengan begitu, kedua organisasi itu bisa berperan sebagai salah satu elemen kekuatan pembangunan di Barito Utara.

“Kita sadari bahwa tantangan dakwah di indonesia cukup berat, apalagi kalau diperhatikan di daerah-daerah besar yang sudah banyak berubah menjadi masyarakat metropolis yang glamour, pola hidup kebarat-baratan, dan sering terjadi pergaulan bebas, minuman keras, free sex dari kalangan generasi muda, merebaknya tempat maksiat, perjudian, pornografi, bahkan adanya pemahaman masalah agama yang dapat meresahkan kehidupan bermasyarakat. Di samping itu juga yang masih segar di ingatan kita adanya isyu untuk melegalkan LGBT di Indonesia serta masih banyak lagi yang lainnya,” katanya.

Dalam menjalankan roda organisasi sebagai salah satu organisasi otonom, persyarikatan Muhammadiyah dan Aisyiah yang bergerak di bidang dakwah, harus mampu mengaplikasikan atau meniru filosofi sapu lidi. Dengan kebersamaan, apa yang telah diprogramkan untuk dikerjakan akan lebih mudah dan akan berasil dengan baik.

“Filosofi sapu lidi perlu dijalankan karena bila hanya satu lidi tidak akan kuat dan bermanfaat, tetapi kalau lidi tersebut disatukan maka akan tibul mamfaatnya dan kekutannya. Begitu juga dalam menjalankan roda organisasi harus bisa secara bersama dan jangan berjalan sendiri-sendiri,” katanya. (fik)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan