Sitename

Description your site...

Mahyudin: Naikkan Pangkat Korban Kecelakaan Heli TNI di Poso

Mahyudin: Naikkan Pangkat Korban Kecelakaan Heli TNI di Poso

KALAMANTHANA, Poso – Wakil Ketua MPR RI Mahyudin menyampaikan duka cita atas korban yang tewas pada kecelakaan helikopter milik TNI AD saat melaksanakan tugas operasi di Poso, Sulawesi Tengah.

“Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Untuk keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kesabaran,” ujar mantan Bupati Kutai Timur itu di Jakarta, Senin (21/3/2016).

Menurut kandidat Ketua Umum Partai Golkar kelahiran Tanjung, Kalimantan Selatan, itu, negara patut memberikan penghargaan kenaikan pangkat bagi prajurit dan anggota Polri dan TNI yang meninggal saat bertugas.

Para korban tewas dalam rangka menjalan tugas operasi Tinombala untuk mengejar kelompok teroris pimpinan Santoso. Upaya mengejar kelompok Santoso menjadi salah satu prioritas Komjen Tito Karnavian, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang baru.

“Terorisme, korupsi dan narkoba harus kita lawan bersama, sebab proses menuju kesejahteraan bangsa ini tidak harus terhambat dengan kondisi-kondisi yang diciptakan oleh suasana dan rasa tidak aman,” kata Mahyudin.

Mahyudin menyarankan agar anak-anak TNI dan Polri yang orangtuanya meninggal dalam tugas itu dijamin pendidikannya.
Helikopter TNI yang dipiloti Kapten CPN Agung ini sedang dalam penerbangan dari Napu menuju Poso. Sekitar pukul 17.45 WITA. Pesawat ini jatuh hanya beberapa menit menjelang mendarat di Bandara Kasiguncu, Poso.

Mabes TNI menyebutkan bahwa penyebab jatuhnya pesawat tersebut adalah cuaca buruk, namun TNI akan melakukan penelitian lebih mendalam.
Helikopter itu membawa tujuh orang penumpang dengan enam orang awak yakni Danrem 132 Tadulako Kol Inf Syaiful Anwar, pejabat Badan Intelijen Negara (BIN) Kol Inf Ontang, pejabat Badan Intelijen strategis (Bais) Kol Inf Herry, Komandan Detasemen Polisi Militer Palu Letkol CPM Teddy, Kepala Penerangan Korel 132 Tadulako Mayor Faqih dan dokter Kapten Yanto, serta Prada Kiki (ajudan Danrem) Sedangkan awak helikopter aadalah Kapten CPN Agung (pilot) Lettu CPN Wiradi (kopilot), Letda CPN Tito (kopilot), Sertu Bagus (mekanik), Serda Karmin (mekainik) dan Pratu Bangkit (avionik). (*)

Tags: , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan