Sitename

Description your site...

Enam Bulan Tak Digaji, Karyawan Siap Sita Aset Bara Prima Mandiri

Enam Bulan Tak Digaji, Karyawan Siap Sita Aset Bara Prima Mandiri

KALAMANTHANA, Buntok – Karyawan PT Bara Prima Mandiri (BPM) mengancam akan membekukan semua aset milik perusahaan bilamana tidak segera membayarkan gaji mereka terhitung enam bulan hingga hari ini.

“Batas waktu pembayaran gaji tersebut, paling lambat tanggal 30 Maret 2016 dan pihak perusahaan harus membayar gaji kami selama enam bulan ini,” tegas Heriko Priono kepada KALAMANTHANA di Aula Dinsosnakertrans Barsel. Saat itu, mewakili karyawan, Heriko melakukan mediasi dengan direksi dan komisaris PT BPM.

Menurutnya, selain itu juga pihaknya juga menuntut hak untuk dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang harus sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku.

Dari hasil mediasi tersebut, semua sepakat bilamana sampai batas waktu yang ditentukan perusahaan tidak memenuhinya, maka dengan terpaksa, semua aset milik perusahaan yang berlokasi di site patas akan dibekukan serta diambil alih oleh pemerintah daerah. “Kesepakatan sudah dituangkan dalam berita acara serta telah ditandatangani oleh karyawan, direksi, komisaris serta diketahui oleh Dinsosnakertrans,” jelas Heriko.

Direksi PT BPM Yudha Tresno yang didampingi Komisaris Suwarno menuturkan sangat prihatin atas persoalan pekerja yang belum mendapatkan gajinya selama enam bulan tersebut. “Kita juga sudah meminta kepada direksi dan pemegang saham lainnya supaya menjual aset-aset milik perusahaan untuk membayarkan hak karyawan. Hal tersebut kita sampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), namun tidak mendapatkan respon,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, dua kali RUPS yang datang hanya mereka berdua, sementara pemegang saham lainnya termasuk SKP dari India sebagai pemegang saham mayoritas malah tidak hadir. “Seharusnya yang hadir dalam mediasi adalah direktur utama dan direktur operasional yang bertanggung jawab atas operasional serta pendanaan perusahaan,” ujarnya.

Karena direksi dan komisaris pasif, sebut Yudha Tresno, pihaknya terpaksa datang memenuhi panggilan Dinsosnakertrans. Sebab, mereka merasa memiliki tanggung jawab moral. “Dari hasil mediasi ini, akan segera kita sampaikan kepada direksi dan pemegang saham yang lain di Jakarta,” tandasnya. (fik)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan