Sitename

Description your site...

Ribuan Penari Topeng Cetak Rekor MURI di Malang

Ribuan Penari Topeng Cetak Rekor MURI di Malang

WONDERFUL Indonesia bersinar di kota Malang. Branding nasional yang dipromosikan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu sukses mengguncang ribuan pasang mata di Stadion Gajayana.

Kementerian yang dipimpin Arief Yahya ini tercatat memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan tari lokal topeng terbanyak dalam sejarah tarian kolosal dalam perhelatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-102 tahun Kota Malang dan pembukaan Expo ICCN.

“Terima kasih semua atas dukungannya di acara bersama yang membanggakan ini, terima kasih juga kepada Kementrian Pariwisata yang telah mempersembahkan tarian dengan rekor MURI dan dukungannya terhadap acara ini, sangat membanggakan,” ujar Menteri Perdagangan, Thomas Limbong kepada wartawan usai membuka acara tersebut.

Ya, lapangan yang berada di pusat Kota Malang itu berubah menjadi lautan penari. Semua datang dengan berbagai pakaian dengan dihiasi warna yang menarik dan heboh. Sebanyak 1.375 penari menyajikan tari kolosal untuk memeriahkan peringatan. Ribuan penari yang terdiri dari siswa SMP, SMA/SMK, mahasiswa dan penari topeng Malangan menari kolosal selama 7 menit.

Para penari memakai wajah topeng Klono Bapang berwarna merah dan berhidung panjang. Lengkap dengan pakaian seni dengan berbagai bentuk. Tari topeng mewarnai kisah pertempuran Klono Sewandono dan Panji Asmorobangun. Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Manca Negara Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan, kesenian tari topeng Malangan adalah identitas Kota Malang. Ini sekaligus memperkenalkan kesenian Malang kepada dunia luar terutama para wisatawan mancanegara.

Wanita yang biasa disapa Giri ini menjelaskan, dasar dukungan Kemenpar dalam perhelatan ini adalah sebagai hasil Creative Cities Conference di Bandung, melalui Kementerian Pariwisata – maka diselenggarakan ICCC di Solo Oktober 2015 lalu. Perhelatan tersebut membuahkan deklarasi Solo yang berisi 10 Prinsip Kota Kreatif – di mana setiap kota atau daerah harus melakukan pemetaan untuk mengetahui potensi original resources yang dimiliki.

”Originalitas setiap daerah salah satunya “heritage”, yang merupakan potensi unggul untuk menjadi destinasi wisata,” ujar Giri. Semua kota yang ada di Indonesia, imbuh Giri, tentunya memiliki daya pikat yang apabila dikembangkan, dapat menjadi ciri khas yang menarik sehingga menjadikannya sebagai destinasi Kota Kreatif. ”Di beberapa kota, penerapan sebagai kota kreatif secara tidak langsung terbukti menjadi salah satu daya pikat terhadap sektor pariwisata, termasuk di Kota Malang ini,” katanya.

Serangkaian kegiatan ICCC, Hellofest Malang Raya pada 3 April 2016 di Graha Cakrawala, merupakan perwujudan aktivasi kota kreatif di bidang animasi, yang berpotensi menarik. Komunitas anak muda kreatif Kota Malang akan ditampilkan bersamaan dengan pelaksanaan Indonesia Creative Cities Conference (ICCC) 2016. Mereka yang tergabung dalam Malang Creative Fusion (MCF) saat ini sudah mempersiapkan lima event yang akan digelar bareng ICCC, 30 Maret–5 April 2016.

Menurut inisiator MCF Vicky Arief, generasi kreatif Kota Malang siap bergerilya untuk menunjukkan karya-karya terbaiknya pada tamu-tamu yang bakal ambil bagian di ICCC 2016. ”Kami diminta mendukung Pemkot dan Kementerian Pariwisata dalam penyelenggaraan ICCC 2016. Itu juga kesempatan emas bagi kami untuk unjuk kebolehan,” ujar Vicky.

Lima event yang bakal digelar itu, yakni pertama Festival Hackathon pada 30–31 Maret yang bertempat di Digital Lounge Telkom, Jalan Basuki Rahmat. Festival ini merupakan lomba pembuatan software dan aplikasi berbasis IT. Event kedua adalah Malang City Expo yang berlangsung mulai 1–5 April yang mengambil lokasi di halaman luar Stadion Gajayana Malang.

Event ketiga, Festival Mural, 3 April di halaman luar Stadion Gajayana Malang. Keempat, Festival Kuliner di Kampung Keramik Dinoyo, pada waktu yang sama. Event kelima Fashion On The Street, 3 April di seputaran Jalan Simpang Balapan. ”Semoga semua bisa berjalan lancar,” harapnya.

Kepala Disperindag Kota Malang Tri Widyani, Malang City Expo 2016 bakal mengangkat tema Membangun Kota dengan Ekonomi Kreatif. Expo ini akan diikuti beragam stan. Mulai dari Kementerian, Provinsi, Kabupaten, dan Kota di Indonesia, BUMN/BUMD, SKPD daerah, IKM, UMKM, dan para wirausaha nasional, serta Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi).

Malang City Expo 2016 meliputi pameran industri, perdagangan, investasi dan bisnis, pameran pariwisata, ekonomi kreatif dan industri kreatif, gelar produk IKM, UMKM, dan potensi masing-masing daerah. Ada juga pameran pelayanan publik, pagelaran seni budaya, festival kuliner tradisional, dan waralaba. ”Kami juga menggandeng MCF untuk menggelar serta lomba mural dan grafiti dalam Malang Art Fest 2016,” urainya.

Tags: , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan