Sitename

Description your site...

Tidak Ada Ampun Bagi PNS Terjerat Narkoba

Tidak Ada Ampun Bagi PNS Terjerat Narkoba

KALAMANTHANA, Samarinda – Wali Kota Samarinda, Syaharie Jaang yang ditemui usai mendampingi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak memantau pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMK Negeri 1 Samarinda, menegaskan tidak ada ampun bagi PNS yang terlibat kasus narkoba.

“Sejak lama saya telah mengingatkan seluruh jajaran PNS Pemkot Samarinda untuk menghindari narkoba. Bahkan, setiap kali ada pertemuan-pertemuan, peringatan itu selalu saya sampaikan. Jauhi narkoba,” kata Syaharie Jaang kepada wartawan di Samarinda, Senin.

Saat mendapat kabar penangkapan oknum PNS tersebut, Syaharie Jaang mengaku langsung mengirimkan pesan berantai melalui SMS, BBM (Blackberry Messenger) dan WA (Whatsapp) kepada seluruh kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) untuk lebih intensif mengawasi jajarannya.

“Ini peringatan bagi PNS Pemkot Samarinda lainnya. Kalau memang masih ada yang suka mengonsumsi narkoba, lebih baik ajukan permohonan kepada saya untuk dilakukan rehabilitasi daripada terjerumus terlalu jauh dan ditangkap polisi,” ujarnya.

Terkait tes urine, Wali Kota menegaskan sangat mendukung langkah tersebut, tetapi untuk melakukan tes urine bagi lebih kurang 10.000 PNS di Pemkot Samarinda membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

“Kendalanya memang keterbatasan anggaran. Tapi, pencegahan awal sebenarnya bisa dilakukan pimpinan SKPD dengan mengamati perilaku jajarannya, karena biasanya orang yang terjerat narkoba itu memiliki perubahan-perubahan perilaku dari biasanya,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, oknum pegawai negeri sipil di Pemerintah Kota Samarinda, Kalimantan Timur, ditangkap polisi dalam kasus narkoba.

“Kalau memang terbukti dan nantinya divonis bersalah oleh pengadilan, PNS itu bisa dipecat dengan tidak hormat. Aturan itu juga tercantum dalam UU ASN (Aparatur Sipil Negara),” ujarnya.

Seorang oknum PNS tersebut adalah dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kota Samarinda berinisial Mul (36) pada Jumat (1/4). Penangkapan oknum PNS itu berawal dari pengembangan kasus tertangkapnya satpam Bank Kaltim berinisial YF (29), warga Perumahan Puspita RT 67, Kelurahan Sempaja Selatan.

Polisi meringkus Mul di rumahnya di Jalan Cipto Mangunkusumo RT 10, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Loa Janan Ilir, dengan barang bukti satu poket sabu-sabu seberat 0,44 gram serta seperangkat alat hisap sabu dan uang tunai Rp300.000.

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan