Sitename

Description your site...

Ambisi Penajam Raih Adipura Semakin Jauh

Ambisi Penajam Raih Adipura Semakin Jauh
ilustrasi

KALAMANTHANA, Penajam – Ambisi Kabupaten Penajam Paser Utara merebut Piala Adipura tahun ini makin berat. Tingginya tingkat kebakaran hutan dan lahan menjadi salah satu penyebab utamanya.

“Banyaknya kebakaran lahan dan hutan berpotensi mengurangi poin penilaian Adipura,” kata Kepala Bagian Pertamanan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Safaruddin Lamanto.

“Kasus kebakaran lahan dan hutan berpengaruh terhadap penilaian Adipura, karena indikator penilaian baru Adipura juga menyangkut penanganan dan pengendalian kasus kebakaran lahan dan hutan,” kata Safaruddin Lamanto di Penajam, Jumat (8/4/2016).

Jumlah kasus kebakaran lahan dan hutan yang mencapai 40 kasus pada 2015, kata Safaruddin, membuat langkah meraih kembali Piala Adipura tahun ini (2016) semakin berat.

Ia juga meminta kerja sama Dinas Pertambangan dan Energi serta perusahaan, karena indikator pengendalian lingkungan terkait pengelolaan pertambangan, masuk sebagai salah satu penilaian Adipura.

Sementara, Kepala DKPP Kabupaten Penajam Paser Utara Tita Deritayati mengaku masih kesulitan menuntaskan permasalahan kebersihan drainase Pasar Induk Penajam yang menjadi salah satu titik pantau Adipura.

“Kami cukup kerepotan membersihkan sampah yang berserakan di saluran drainase Pasar Induk Penajam yang hingga kini masih menjadi beban terhadap penilaian Adipura,” ujarnya.

“Fasilitas dan sarana pengelolaan kebersihan di Pasar Induk Penajam, masih perlu dibenahi serta kesadaran pedagang dan masyarakat juga perlu ditingkatkan,” kata Tita Deritayati.

Ia meminta peran serta dan dukungan UPTD (unit pelaksana teknis daerah) Pasar Induk Penajam, untuk dapat meningkatkan kebersihan di wilayah pasar tersebut menjelang penilaian tahap pertama atau P1 Adipura yang dijadwalkan pada pekan depan.

“Kami harapkan juga peran serta dan dukungan masyarakat menjaga kebersihan di tempat-tempat rawan sampah, seperti pelabuhan feri, terminal, pasar, rumah sakit dan jalan raya,” ucapnya.

Jumlah titik pantau pada Piala Adipura 2016 tambah Tita Deritayati, sebanyak 42 titik, bertambah dari tahun sebelumnya dan indikator penilaian tertinggi yakni, peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah di rumah tangga masing-masing. (ant/akm)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan