Sitename

Description your site...

Lolos dari Tarakan, Sabu 1 Kg Ini Diamankan di Sulawesi Selatan

Lolos dari Tarakan, Sabu 1 Kg Ini Diamankan di Sulawesi Selatan
Rusdi Hartono

KALAMANTHANA, Makassar – Tidak semua narkoba yang masuk melalui perbatasan Kalimantan Utara berhasil diamankan petugas. Buktinya, ada satu kilogram sabu-sabu lolos, bahkan lolos hingga ke Sulawesi Selatan sebelum ditangkap petugas setempat.

Adalah Polrestabes Makassar yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak satu kilogram itu. Sabu-sabu dikirim dari Tarakan, Kalimantan Utara menuju Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

“Modus operadi mereka menyimpan barang ini di dalam knalpot. Mereka ditangkap di dua lokasi berbeda, di jalan Sungai Cerekang, Makassar dan satu lagi di Kampung Jagung, Kabupaten Pangkep,” ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Rusdi Hartono saat merilis barang bukti dan tersangka di halaman Polrestabes setempat, Minggu (8/5/2016).

Menurut dia, pengungkapan narkoba tersebut berasal dari pengembangan dua tersangka yang tertangkap saat ingin berpesta narkoba di Hotel Grand City kamar 202 jalan Andi Pangeran Pettarani III pada Sabtu kemarin.

Kedua tersangka ini berinisial IMA (48) dan IR (34). Keduanya diamankan dengan barang bukti satu paket gaja dan satu paket sabu-sabu dengan alat pengisapnya.

Setelah diinterogasi dan tersangka ini ‘bernyanyi’ mengaku barang tersebut didaptkan dari lelaki berinisial S diketahui berdomisili di jalan Sungai Cerekang, Kecamatan Bontola Makassar.

“Saat kasus ini dikembangkan, tim narkoba langsung ke rumah yang dimaksud (S) dan ditemukan lima paket besar sabu seberat 250 gram dikemas dalam plastik bening ditaruh di dalam knalpot,” ungkap Rusdi kepada wartawan.

Saat dikembangkan lagi ternyata S mengakui mendapatkan barang haram tersebut dari seorang lelaki berinisial I dari Tarakan yang dikirim melalui Pelabuhan Makassar eks Soekarno Hatta. Narkoba tersebut disimpan dalam tiga buah knalpot dengan total seberat satu kilogram.

“Berdasarkan keterangan satu paket sabu-sabu ini disimpan dalam knalpot racing lalu ditaruh di rumahnya. Sementara dua knalpot lainnya dikirim ke Pangkep di salah satu rumah tersangka lain,” beber dia.

Ketiga tersangka ini, lanjut perwira menengah ini, akan dijerat pasal 114 Undang Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotik dengan ancaman pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun dan maksimal hukuman penjara seumur hidup. (ant/akm)

Tags: , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan