Sitename

Description your site...

Begini Cara Pemprov Kaltim Tangani PSK eks Lokalisasi

Begini Cara Pemprov Kaltim Tangani PSK eks Lokalisasi
ilustrasi

KALAMANTHANA, Samarinda – Penutupan seluruh lokalisasi prostitusi di Kalimantan Timur terhitung sejak 1 Juni nanti, bukan tanpa masalah. Turbulensinya tinggi, terutama menyangkut nasib pekerja seks komersial (PSK). Bagaimana Pemprov Kaltim menanganinya?

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak mengatakan strategi penutupan serentak lokalisasi harus disiapkan secara matang agar tidak terjadi perpindahan para pekerja seks komersial (PSK) dari satu daerah ke daerah lain.

Menurut ia, para PSK dari luar Kaltim nantinya akan dipulangkan ke daerah asal dengan bantuan biaya pemerintah daerah. Sementara PSK yang merupakan warga Kaltim diberikan pembinaan dan peningkatan kualitas diri melalui pelatihan keterampilan.

“Kalau penutupan lokalisasi dilakukan serentak, mereka (PSK) tidak akan bisa pindah ke kabupaten/kota lainnya di Kaltim,” tambahnya.

Guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat penutupan, Awang Faroek menambahkan pemerintah akan melakukan koordinasi secara terpadu dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Tahapan yang akan dilakukan meliputi koordinasi dan sosialisasi, bantuan bimbingan sosial, pemberian keterampilan dan pendampingan, pemberdayaan masyarakat di area lokalisasi, bantuan sosial, hingga menjaga ketertiban dan keamanan.

“Saya juga ingin menegaskan agar para bupati dan wali kota tidak lagi memberikan izin pendirian lokalisasi di daerahnya. Lokalisasi tidak boleh ada lagi dalam rencana tata ruang kita,” kata Gubernur.

Menurut data Pemprov Kaltim, saat ini terdapat 21 lokalisasi prostitusi yang tersebar di berbagai daerah dengan jumlah PSK sebanyak 1.007 orang.

Beberapa lokalisasi prostitusi di Kaltim, antara lain Bandang Raya Solong dan Bayur di Samarinda, Manggar (Balikpapan), Tenda Biru (Kutai Timur), Jaras, Muara Barong, Jabuk, Kajuq, Lotaq, dan Muara Tae di Kutai Barat.

Selain lokalisasi, pemerintah juga akan menutup lokasi-lokasi yang selama ini juga dijadikan tempat prostitusi. Setidaknya terdata 16 lokasi yang dijadikan ajang prostitusi dengan lebih kurang 308 PSK.

“Penutupan lokalisasi ini sangat tepat dengan memanfaatkan momentum datangnya bulan Ramadhan,” kata Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekkota Samarinda, Ridwan Tassa. (ant/ik)

Tags: , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan