Sitename

Description your site...

Ibu-ibu Singkawang Keluhkan Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

Ibu-ibu Singkawang Keluhkan Harga Bahan Pokok Merangkak Naik

KALAMANTHANA, Singkawang – Sejumlah ibu rumah tangga di Singkawang mengkhawatirkan harga bahan pokok akan terus melambung menjelang masuknya bulan Ramadan. Kekhawatiran itu mencuat karena mulai merangkaknya harga-harga di pasaran.

Wulan, salah seorang ibu rumah tangga itu, menghadapi kenyataan pahit ketika berbelanja kebutuhan sehari-hari di pasar. Dia menemukan gula pasir mengalami kenaikan di tingkat eceran antara Rp1.000 hingga Rp2.000 per kilogram. Sebelumnya dijual Rp12 ribu, kini di kisaran Rp15-16 ribu per kilogram.

Ketika hendak membeli cabe kering, dia juga terhenyak. Pasalnya, cabe yang biasanya dia beli sekilonya Rp45-50 ribu, kini sudah jadi Rp70 ribu.

“Saya khawatir, harga bahan pokok terus mengalami kenaikan menjelang bulan suci Ramadhan nanti,” katanya.

Kasi Bina Pasar dan Distribusi Disperindagkop dan UMKM Singkawang, Helmi Aswandi, mengakui terjadinya kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional. “Harga gula pasir kembali naik. Sebelumnya dijual seharga Rp14 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp15 ribu per kilogram atau naik 4 persen,” katanya, Jumat.

Selain gula, kata Helmi, harga telur ayam juga turut naik menjadi Rp24 ribu per kilogram. “Padahal tiga hari yang lalu pada saat pemantauan harga telur masih dijual Rp23 ribu per kilogram,” ujarnya.

Meski mengalami kenaikan, stok telur ayam mencukupi. Sedangkan untuk harga ayam potong, lanjutnya, masih tetap stabil atau tidak mengalami kenaikan harga. Namun untuk ayam yang sudah dipotong bersih, dijual pada kisaran antara Rp28 ribu sampai dengan Rp30 ribu per kilogram.

Untuk bawang merah, tambah Helmi, juga tetap masih tinggi dengan harga jual di kisaran antara Rp46 ribu per kilogram sampai dengan Rp50 ribu per kilogram.

Menurut informasi dari pedagang, kata Helmi, kenaikan harga bawang merah disebabkan cuaca dan mahalnya biaya operasional pupuk dan pembasmi hama.

Selain itu, produk olahan seperti minyak goreng juga mengalami kenaikan harga. Seperti minyak goreng kemasan Bimoli juga mengalami kenaikan harga yang semula dijual di kisaran antara Rp13.500 sampai Rp14 ribu per liter, namun sekarang naik rata-rata Rp15 ribu per liter atau ada kenaikan sebesar 8 persen. (ant/akm)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan