Sitename

Description your site...

Begini Cara Pemkot Pontianak Atasi Kekurangan Guru dan Tenaga Kesehatan

Begini Cara Pemkot Pontianak Atasi Kekurangan Guru dan Tenaga Kesehatan

KALAMANTHANA, Pontianak – Pemerintah Kota Pontianak berteriak kekurangan tenaga guru dan kesehatan. Di tengah moratorium penerimaan CPNS, mereka mencoba cara lain. Tapi, tetap tidak maksimal.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Khairil Anwar, menyebutkan pihaknya akan mengusulkan penambahan kekurangan tenaga guru dan kesehatan di lingkungan Kota Pontianak kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

“Guru-guru dan tenaga kesehatan tahun 2015 lalu banyak yang memasuki masa pensiun, sementara dalam beberapa tahun terakhir penerimaan guru dan tenaga kesehatan tidak ada. Akibatnya saat ini Pemkot Pontianak mengalami kekurangan tenaga tersebut,” kata Khairil di Pontianak, Jumat (20/5/2016).

Ia menjelaskan, sepanjang tahun 2015 lalu, ada sekitar 146 PNS, yakni dari guru dan tenaga kesehatan yang memasuki pensiun. “Untuk itu, kami akan mengusulkan kepada KemePAN-RB terkait penambahan dan kekurangan tenaga guru dan kesehatan tersebut,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan pengajuan tersebut, maka KemenPAN-RB menyetujuinya, sehingga kekurangan tenaga guru dan kesehatan tersebut, minimal bisa berkurang.

Sementara belum ada persetujuan Kemen PAN-RB, pihaknya bertahan dengan cara lain. “Untuk menutupi kekurangan tenaga PNS di lingkungan Pemkot Pontianak, saat ini kami mengandalkan PNS dari daerah lainnya yang mengajukan mutasi atau pindah ke Pontianak,” ujarnya.

Tetapi, menurut dia, pihaknya tetap selektif dalam menerima perpindahan PNS dari daerah lain tersebut. “Artinya PNS yang mengajukan pindah tersebut, terlebih dahulu dilakukan tes psikologi dan lainnya, serta juga disesuaikan dengan bidang yang dibutuhkan di Pontianak,” ujar Khairil.

Khairil membahkan, memang untuk memasuki wilayah kerja di Kota Pontianak cukup ketat, sehingga banyak juga yang dilakukan penolakan, baik karena tidak lulus tes psikologi maupun karena tidak sesuai dengan formasi yang dibutuhkan.

“Dari sekitar 100 PNS yang mengajukan mutasi ke Kota Pontianak, sekitar 40 hingga 50 persennya kami lakukan penolakan,” ujarnya. (ant/akm)

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan