Sitename

Description your site...

Tak Ada Alasan Bartim Tak Bisa Swasembada Pangan

Tak Ada Alasan Bartim Tak Bisa Swasembada Pangan

KALAMANTHANA, Tamiang Layang – Tak ada alasan kenapa Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, tak bisa swasembada pangan. Tanah luas, irigasi cukup, dan kini muncul pula sawah baru kerja sama dengan TNI.

“Di sektor pertanian, Bartim sesungguhnya memiliki potensi yang besar serta didukung sumber saya alam yang memadai,” ujar Bupati Bartim, Ampera Y Mebas dalam acara sosialisasi program peningkatan produksi, produktivitas, dan mutu tanaman pangan di Kantor Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (Distanakan) di Tamiang Layang, Rabu (1/6/2016).

Menurutnya, Bartim memiliki lahan dengan jenis tanah aluvial yang hampir merata. Tingkat kesuburannya cukup tinggi. Daerah ini juga memiliki dua bendungan, yakni Bendungan Karau seluas 3.794 hektare dan Bendungan Tampa seluas 2.000 hektare.

“Semuanya akan kita manfaatkan secara optimal. Peluang peningkatan luas tanam harus terus dipacu, terutama daerah kecamatan yang potensial ditanami padi, yaitu Kecamatan Paku, Pematang Karau, dan Dusun Tengah,” katanya.

Bartim, menurutnya, juga beruntung karena ikut mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menggunakan anggaran APBN, mereka kini mendapatkan cetak sawah baru seluas 1.500 hektare. Bartim juga mendapatkan program Tugas Pembantuan (TP) peningkatan produksi tanaman pangan padi dengan teknologi Jajar Legowo (Jarwo) seluas 5.000 hektare, peningkatan produksi jagung 750 hektare, dan kedelai seluas 850 hektare.

“Melalui program Kalteng Besuh, kita mendapatkan alokasi 500 hektare dan melalui APBD Bartim kita alokasikan 500 hektare, untuk pengembangan penangkaran padi masyarakat. Mari bersama-sama kita kembangkan dan gali sumber daya pertanian dengan melakukan cetak sawah baru di Kecamatan Awang, Raren Batuah, dan Karusen Janang,” tambahnya.

Adakah semua program ini signifikan untuk peningkatan pangan? Ampera kemudian mengutip data Badan Pusat Statistik. Data tersebut menunjukkan pada 2015, terjadi kenaikan produksi pangan di Bartim karena adanya kenaikan luas panen sebesar 0,77%.

“Keberhasilan ini tentunya berkat kerja keras kita semua, terutama para petani, petugas pertanian, serta adanya pendampingan dan pengawalan dari TNI. Untuk itu, mari terus kita tingkatkan produksi guna mencapai swasembada pangan,” ajaknya.

Kegiatan sosialisasi itu turut dihadiri Ketua DPRD Bartim, Dandim 1012 Buntok, Sekda, Kepala SKPD juga narasumber dari Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Kalimantan Tengah (kalteng) serta dari Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Kalteng. (afa)

Tags: , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan