Sitename

Description your site...

Sugianto: Presiden Pun Bertanya, Program KB Belum Tepat di Kalteng

Sugianto: Presiden Pun Bertanya, Program KB Belum Tepat di Kalteng

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyebut daerah yang dipimpinnya belum perlu menerapkan program keluarga berencana, karena jumlah penduduk, khususnya masyarakat suku Dayak sangat sedikit, bahkan belum sebanding dengan luas wilayah ini.

Kata Sugianto, sekalipun Presiden ataupun Kementerian terkait menanyakan terkait program KB maka jawaban tetap sama, yakni belum perlu dan tepat dilaksanakan di Kalteng.

“Apabila program KB diterapkan di Kalteng, perkiraan saya 100 tahun yang akan datang, peradaban Suku Dayak bisa hilang dari muka bumi ini. Jadi, perempuan suku Dayak tetap saja melahirkan, tidak perlu KB. Lahan kita masih sangat luas, tidak perlu khawatir,” katanya saat memberikan sambutan di kebaktian syukur dan ramah tamah menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng di Palangka Raya, Sabtu (4/6/2016).

Sugianto pun bercerita pengalamannya ketika mengikuti debat cagub-cawagub yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng. Kala itu, dia bersama pasangannya Habib Said Ismail ditanya terkait program KB.

Mendapat pertanyaan tersebut, dia sempat bingung, bahkan sampai “nyenggol” Wagub agar memberikan jawaban. Namun, karena Wagub juga belum bisa merespon akibat keterbatasan waktu, maka dia menjawab belum perlu KB dilaksanakan di Kalteng.

“Saya masih ingat Ketua KPU Kalteng saat mendengarkan jawaban saya itu tertawa terbahak-bahak. Padahal jawaban saya itu benar-benar dari hati. Saya tidak mengenal konsep KB. Bahkan di keluarga, kami delapan bersaudara. Jumlah masyarakat suku Dayak juga kan masih sangat sedikit. Kalau dibuat program KB lagi, bisa hilang peradaban suku Dayak satu abad nanti,” bebernya.

Anggota DPR RI Periode 2009-2014 ini juga sempat berguyon kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kalteng Leonard S Ampung. Jika dia nanti menikah lagi, berencana memiliki 12 anak.

“Kalau hanya dua anak, dan ternyata dua-duanya nakal, gagal kita jadi orang tua. Tapi, kalau 12 orang, dua nakal, kan masih ada 10 orang lagi. Lahan di Kalteng ini masih sangat luas bahkan sangat potensial, jadi tidak perlu khawatir,” demikian Sugianto. (ant/rio)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan