Sitename

Description your site...

Jelang Lebaran, Ini yang Bikin Petani Sawit Kaltim Risau

Jelang Lebaran, Ini yang Bikin Petani Sawit Kaltim Risau

KALAMANTHANA, Samarinda – Di tengah kegembiraan PNS menyambut Idul Fitri dengan limpahan THR, nasib petani kelapa sawit di Kalimantan Timur, tak begitu cerah. Terjadi penurunan harga tandan buah segar (TBS).

Turunnya tidak terlalu signifikan, tapi tetap berpengaruh, terutama menghadapi lebaran. Untuk sawit umur 10 tahun ke atas, pada Juli 2016 ini harganya turun dari Rp1.690,03 menjadi Rp1.679,98 per kilogram.

“Bulan ini ada kabar kurang menggembirakan bagi petani kelapa sawit di Kaltim karena harga TBS sawit mengalami penurunan. Namun petani sawit tidak perlu khawatir karena bulan-bulan berikutnya diperkirakan kembali menguat,” ujar Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim Etnawati di Samarinda, Jumat (1/7/2016).

Apalagi sejak Januari hingga Mei 2016 harga TBS di Kaltim selalu naik dan hanya Juli ini mengalami penurunan. Itu pun hanya turun belasan rupiah sehingga tidak perlu dirisaukan petani atau pekebun.

Sedangkan secara rinci harga TBS semua umur adalah untuk sawit umur tiga tahun ditetapkan Rp1.472,95 per kg, umur empat tahun Rp1.502,98 per kg, umur lima tahun ditetapkan Rp1.536,37 per kg, umur enam tahun Rp1.575,95 per kg.

Kemudian TBS kelapa sawit untuk umur tujuh tahun ditetapkan Rp1.591,19 per kg, umur delapan tahun Rp1.629,23 per kg, umur sembilan tahun Rp1.679,98 per kg dan TBS yang dipanen dari kelapa sawit umur 10 tahun hingga 25 tahun diputuskan seharga Rp1.679,98 per kg.

Sedangkan untuk harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) tertimbang dikenakan Rp7.856,63 per kilogram. Kemudian harga kernel (inti sawit) tertimbang yang sama diputuskan Rp6.156,74 per kilogram.

“Harga ini sesuai keputusan oleh Tim Penetapan Harga TBS Dinas Perkebunan Provinsi Kaltim di Samarinda, dua hari lalu. Setiap bulan Disbun Kaltim bersama perwakilan petani dan pengusaha sawit selalu menetapkan harga baru untuk acuan penjualan supaya tidak ada tengkulak atau perusahaan yang mempermainkan harga,” ucapnya.

Ia menyebutkan penurunan harga TBS maupun minyak sawit mentah disebabkan oleh turunnya harga kernel, sementara ada beberapa kenaikan tipis pada komponen angkutan maupun biaya olah sehingga turut mempengaruhi penurunan harga TBS sawit, khususnya di Kaltim.

“Tapi petani jangan risau, turun naik harga dalam dunia usaha adalah hal biasa. Kami prediksi harga akan kembali membaik karena kebutuhan produksi TBS di pabrik kelapa sawit dalam negeri masih baik,” kata Etna optimis. (ant/rio)

Tags: , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan