Sitename

Description your site...

Inilah Daerah Rawan Cadangan Pangan di Kalbar

Inilah Daerah Rawan Cadangan Pangan di Kalbar

KALAMANTHANA, Pontianak – Musim kemarau datang menjelang, tapi sejumlah daerah di Kalimantan Barat masih minus cadangan pangan. Daerah mana saja?

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kalimantan Barat, Anggraito menyatakan daerah-daerah itu antara lain Kapuas Hulu, Sintang, dan Melawi. Tapi, sebagian daerah di Kalimantan Barat lainnya sudah surplus.

Anggraito mengatakan pihaknya saat ini memiliki cadangan stok beras sebanyak 260 ton untuk mengantisipasi musim kering pada Juli sampai September nanti.

“Untuk mengantisipasi musim kering nanti, kita sudah melakukan langkah antisipasi untuk mencegah kekeringan dengan menyiapkan cadangan pangan kita,” kata Anggraito di Pontianak, Jumat (8/7/2016).

Dia menjelaskan, pihaknya juga telah meminta kepada para gapoktan untuk menyiapkan cadangan pangan, dimana saat ini sudah ada 40 gapoktan yang ada di seluruh Kalbar yang sudah menyiapkan cadangan pangannya, dimana setiap gudang gapoktan itu paling tidak ada 10 ton beras yang sudah disiapkan untuk memasuki musim kemarau nanti.

Untuk Kalbar sendiri, lanjutnya, saat ini ada 269 ton cadangan pangan, namun di setiap kabupaten juga ada cadangan pangannya, dimana setiap kabupaten ada yang sudah menyiapkan 20 sampai 30 ton beras.

“Cadangan pangan itu akan kita gunakan, jika cadangan pangan kota dan kabupaten sudah habis, maka mereka bisa mengajukan bantuan kepada kita,” katanya.

Sementara itu, sampai saat ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalbar juga terus ikut mendorong ketahanan pangan di Kalbar.

BI turut prihatin karena Kalimantan Barat merupakan satu di antara daerah dengan produktivitas padi terendah secara nasional. Dari 14 kabupaten atau kota di Provinsi Kalbar, terdapat delapan wilayah yang statusnya defisit produksi beras.

“Sementara 6 wilayah lainnya sudah surplus produksi,” kata Kepala Kepala BI Kalbar Dwi Suslamanto.

Dia menambahkan, Kalbar juga masih mengimpor beras dari daerah lain terutama Jawa sebanyak 33.474 ton/tahun terutama karena kualitas beras lokal belum bisa memenuhi permintaan masyarakat khususnya terhadap beras premium.

“Dengan memperhatikan luasnya wilayah kerja serta berbagai keterbatasan yang dimiiiki, KPw BI Kalbar pun bersinergi dengan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) serta Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kalbar,” katanya. (ant/rio)

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan