Sitename

Description your site...

Kampung Adat Suku Dayak Tetap Eksis di Kalsel

Kampung Adat Suku Dayak Tetap Eksis di Kalsel

KALAMANTHANA, Banjarmasin – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan, sejumlah kampung adat di daerah Kalimantan Selatan, khsusnya kampung adat suku dayak, masih lestari.

Kabid Kebudayaan Disbudparpora Provinsi Kalimantan Selatan Mujitay, Minggu (31/7/2016), mengungkapkan, dari kegiatan pemetaan kampung adat dan grup kesenian yang pihaknya lakukan pekan lalu, khusus sejumlah kampung adat masih ada.

“Ada sejumlah kampung adat dayak yang masih lestari di daerah kita, di antaranya di daerah Hulu Sungai Selatan (HSS),” ujarnya.

Kampung adat yang dimaksudnya adalah yang masih memegang erat kebudayaan sebagai jati diri masyarakatnya, meski era modern sudah mulai merasuki. “Adat dan kebudayaannya masih kental di sana, seperti di daerah Loksadio itu kan,” tuturnya.

Diutarakan Mujiyat, kegiatan pihaknya melakukan pemetaan ini untuk dibukukan, di mana Disbudparpora Kalsel mengakomudir keinginan Direktorat Kesenian RI, hingga bantuan bisa mudah dan terarah nantinya.

“Kan ada pemerintah pusat memiliki program bantuan bagi kelestarian dan pembinaan untuk grup kesenian daerah dan juga kampung adat,” paparnya.

Sehingga, ujar Mujiyat, pihaknya akan mudah menyalurkannya nanti, karena pihaknya sudah melakukan survei ke lapangan, dan terdata sekretariat masing-masingnya. “Seperti grup grup kesenian dan kebudayaan di 13 kabupaten/kota ini, kita sudah memiliki datanya, demikian juga kampung adat, yang mana masih aktif dan vakum,” tuturnya.

Menurut Mujiyat, untuk bidang kesenian tradisi, masih cukup banyak dipertahankan pelakunya, bahkan setiap daerah itu hampir sepuluh grup kesenian masih aktif alias masih bisa manggung.

“Bahkan saat kita survesi itu ada yang melakukan kegiatan, seperti latihan dan manggung di tempat hajatan,” paparnya.

Dia pun meyakini, masih banyak regenerasi yang mau melestarikan kebudayaan dan kesenian warisan nenek moyangnya di daerah ini, hingga pemerintah juga harus mendukungnya dengan berbagai kegiatan.

“Disbudparpora melalui UPT Taman Budaya juga setiap tahun memiliki agenda rutin menampilkan beragam seni budaya, mulai seni tari, teater, lukis, dan sastra,” akunya. (ant/rio)

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan