Sitename

Description your site...

Inikah Tanda-tanda Kebangkitan Batu Bara Barito Utara?

Inikah Tanda-tanda Kebangkitan Batu Bara Barito Utara?

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Adakah ini tanda-tanda kebangkitan kembali kejayaan batu bara di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah? Sepanjang periode Januari-Juli 2016, penjualannya mencapai 3,2 juta metrik ton. Itu setara dengan total penjualan sepanjang tahun lalu.

“Jumlah ini merupakan penjualan dari 15 investor pemegang Izin Kuasa Pertambangan atau Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dan lima di antaranya hanya menjual sisa persediaan (stock) batu bara,” kata Kabid Pengawasan Tambang pada Dinas Pertambangan dan Energi Barito Utara (Barut), Sarifudin di Muara Teweh, Senin (1/8/2016).

Saat ini penjualan batu bara mengalami penurunan karena dalam dua tahun terakhir harga batu bara di luar negeri (ekspor) dan dalam negeri anjlok, sehingga hampir semua perusahaan mengurangi produksi untuk menekan biaya operasional.

“Saat ini sejumlah perusahaan tambang batu bara di daerah ini telah merumahkan karyawannya karena anjloknya harga batu bara, bahkan lima perusahaan kini hanya menjual stock atau sisa produksi batu bara,” katanya.

Di samping itu, kata Sarifudin, produksi batu bara di kabupaten pedalaman Kalteng itu masih mengalami kendala angkutan karena selama ini mengandalkan transportasi air melalui Sungai Barito. Kalau air sungai surut sehingga dangkal tidak bisa dilayari tongkang dan kapal besar terhenti karena Sungai Barito surut.

“Selain itu angkutan batu bara sering terhenti akibat kedalaman Sungai Barito di batas normal atau naik sehingga kapal juga tidak bisa berlayar karena terhalang jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh sehingga kapal bisa tersangkut,” katanya.

Kendala alam itu membuat operasional angkutan batu bara melalui Sungai Barito tidak maksimal. Selain kendala alam, produksi batu bara sejumlah investor juga belum maksimal terkait perizinan.

Di samping itu, operasionalnya juga terkendala izin pemanfaatan kawasan hutan dari Kementerian Kehutanan dan jalan angkutan tambang sehingga sejumlah investor menghentikan kegiatannya untuk sementara waktu.

“Kami mengharapkan masalah perizinan dan jalan tambang bisa segera diatasi sehingga pemanfaatan tambang batu bara di daerah ini lebih optimal di masa mendatang,” katanya.

Meski begitu, dari sisi penjualan, terjadi peningkatan lumayan drastis dibanding tahun lalu. Tahun lalu, penjualan produksi batu bara sepanjang Januari-Desember 2015  mencapai 3.188.045 metrik ton, turun dibanding tahun 2014 yang mencapai 4.107.502 metrik ton. (ant/rio)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan