Sitename

Description your site...

Asumsinya, 1 dari 10 Warga Kalbar Penderita Hepatitis

Asumsinya, 1 dari 10 Warga Kalbar Penderita Hepatitis

KALAMANTHANA, Pontianak – Ini asumsi yang menyedihkan. Ternyata, satu dari 10 orang warga Kalimantan Barat, kini menderita penyakit hepatitis. Perhitungan ini juga berlaku di seluruh Indonesia.

Asumsi itu diungkap Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr. HM. Subuh, MPPM. Dia bilang, sekitar 500 ribu (dari sekitar 5 juta) penduduk Kalbar menderita penyakit hepatitis.

“Asumsi perhitungan berdasarkan survei terhadap masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalbar adalah sekitar 10 persennya penderita hepatitis atau terserang virus hepatitis,” kata Subuh pada peringatan Hari Hepatitis Sedunia Ke-7 di GOR Pangkusuma, Pontianak, Kalbar, Minggu (7/8/2016).

Subuh menjelaskan di Indonesia terdapat lima jenis hepatitis yang menyerang tubuh manusia yakni Hepatitis jenis A hingga E. Dari kelima jenis hepatitis tersebut menurutnya baru ada satu jenis hepatitis yang bisa diobati yakni hepatitis jenis C.

“Dari lima virus tersebut jenis virus dan pola penyebaran yang berbeda. Virus sukar disembuhkan namun mudah dicegah,” katanya.

Ia menambahkan dari lima jenis hapatitis tersebut jenis hepatitis B yang 80 persennya menyerang lebih ganas dan bisa menyebabkan kronis bisa berupa kangker hati dan pengecilan hati.

“Jadi hepatitis ini berbahaya. Apalagi kalau bicara Kalbar yang merupakan endemik virus atau sudah ada virusnya seperti demam berdarah,” kata dia.

Dikatakanya dengan banyaknya penularan dan penderita hepatitis telah banyak aksi nyata yang dilakukan pemerintah mulai dari vaksin dan sosialisasi pentingnya mengenal dan mencegah.

“Seperti hari ini yakni peringatan hari hapatitis sedunia ke-7 tahun 2016. Ini kita gelar dalam rangka pentingnya mengetahui dan mencegah penyakit hepatitis sebagaimana tema kita yaitu ketahui hepatitis saatnya bertindak,” katanya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk pandai menjaga kesehatan sebab menurutnya mencegah lebih baik daripada mengobati. “Harus jaga pola hidup sehat, cuci tangan sebelum makan sesuatu dan pola hidup lainnya,” pesanya. (ant/rio)

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan