Sitename

Description your site...

Kiriman Perempuan Bikin Remisi Napi Barut Ini Dicabut

Kiriman Perempuan Bikin Remisi Napi Barut Ini Dicabut

KALAMANTHANA, Muara Teweh – Apes benar nasib M Taufik. Harapan meninggalkan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Muara Teweh, Barito Utara, Kalimantan Tengah, kini sirna. Remisi yang sudah di tangan pun dicabut kembali.

Nasib Taufik apes karena ulahnya sendiri. Senin (15/8), sebelum Kemenkum HAM mengumumkan daftar narapidana yang menerima remisi, dia nekat memesan sabu-sabu dari luar lapas. Ulahnya terbongkar. Namanya, saat upacara HUT RI ke-71, memang masih masuk daftar yang mendapat remisi, tapi kemudian dianulir.

“Napi itu dibatalkan mendapat remisi karena kedapatan petugas Lapas memesan narkoba jenis sabu-sabu dari luar LP,” kata Kepala Lapas Klas II B Muara Teweh, Mochammad Yahya di Muara Teweh.

Menurut Yahya, kejadian itu terjadi Senin (15/8) dimana awalnya petugas piket dititipi barang yang ditinggalkan oleh seseorang, bertuliskan napi atas nama M Taufik, salah satu napi kasus narkoba.

Petugas merasa curiga dengan barang titipan tersebut dan mengamankannya. Setelah barang titipan itu diperiksa hasilnya didapati satu paket sabu-sabu yang diselipkan dalam barang yang ditinggalkan.

“Barang itu berisikan sabun dan rokok yang di dalamnya diselip satu paket sabu, diduga dibawa oleh seorang perempuan yang saat itu gerak-geriknya mencurigakan. Perempuan itu hanya menitipkan barang begitu saja di depan pintu masuk Lapas. Lalu buru-buru pergi dengan menaiki sebuah motor yang diparkir di depan LP, namun saat pergi sempat berpapasan dengan salah seorang pegawai LP dan juga terekam oleh CCTV,” kata Yahya.

Petugas lalu menanyakan hal ini (Sabu) kepada napi bersangkutan. Taufik pun mengaku akan barang tersebut dipesannya dari salah seorang kenalannya. Atas hal itu, pihaknya membatalkan pemberian remisi umum kepada napi yang masuk ke LP ini, karena kasus narkoba dengan vonis hukuman 4 tahun 6 bulan, subsider 3 bulan.

Sedangkan untuk perempuan yang membawa barang itu, saat ini masih diselidiki oleh pihak berwajib untuk nantinya diproses hukum.

“Kita membatalkan pemberian remisi umum sebanyak dua bulan kepada napi ini sebagai sanksi, serta juga sanksi lainnya untuk efek jera,” katanya.

Dengan dicabutnya pemberian remisi terhadap salah seorang napi ini, maka total napi yang mendapat remisi umum Dirgahayu Kemerdekaan RI itu berjumlah sebanyak 152 orang dari sebelumnya sebanyak 153 orang, terdiri dari pidana umum sebanyak 120 orang dan pidana khusus yakni PP 99 dan PP 28 sebanyak 32 orang. (ant/rio)

Tags: , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan