Sitename

Description your site...

Polisi Tangkap Warga Baamang Hulu, Ini Penyebabnya!

Polisi Tangkap Warga Baamang Hulu, Ini Penyebabnya!
ilustrasi

KALAMANTHANA, Sampit – Kepolisian Sektor Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menangkap Arifin yang diduga sebagai pelaku pembakar lahan, Rabu (14/9).

“Pelaku merupakan warga Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur,”  kata Kapolsek Baamang Iptu I Made Rudia di Sampit, Kamis (15/9/2016).

Rudia mengatakan pelaku saat ini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran lahan yang terjadi di Jalan Samekto Barat, Gang Dua Dara, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur.

Di hadapan polisi pelaku mengaku sengaja membakar lahan tersebut untuk keperluan pertanian. Sedikitnya setengah hektare lahan yang terbakar dan rencananya oleh tersangka akan ditanami nanas.

Menurut Rudia, pelaku membakar lahan sebanyak tiga kali, namun baru ketahuan aparat kepolisian saat pembakaran ketiga. Lahan hasil pembakaran pertama dan kedua sudah ditanami nanas.

Kebakaran lahan akibat ulah Arifin tersebut diketahui berkat informasi yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Haji Asan Sampit. “Dari informasi yang dirilis pihak BMKG itu kemudian kami turun ke lapangan untuk mencari asal usul titik panas, dan kami temukan di lahan tersangka,” katanya.

Rudia mengungkapkan, dalam kasus tersebut tersangka dijerat dengan Pasal 52 ayat 1 jo Pasal 1 ayat 1 Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 7 Tahun 2003 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan dengan ancaman hukuman enam bulan penjara dan denda Rp500 juta.

“Tersangka tidak kami tahan dan hanya dikenakan wajib lapor seminggu tiga kali karena ancamannya di bawah lima tahun,” jelasnya.

Rudia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan karena pihaknya akan menindak tegas semua pelaku pembakar lahan. “Jangan coba-coba membuka lahan dengan membakar karena berapa pun luasannya akan kena sanksi tegas,” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data pantauan satelit yang dirilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Bandara Haji Asan Sampit pada Kamis pagi terdapat 21 titik panas di Kotawaringin Timur.

Titik panas terbanyak di Kecamatan Antang Kalang, yakni 13 titik, sedangkan sisanya di Kecamatan Bukit Santuai tiga titik, Cempaga tiga titik, Baamang satu titik, dan Telawang satu titik. (ant/akm)

Tags: , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan