Sitename

Description your site...

Polisi Mulai Deteksi Akun Penebar Ujaran Kebencian Terkait Sampit

Polisi Mulai Deteksi Akun Penebar Ujaran Kebencian Terkait Sampit

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Petugas kepolisian tak main-main dalam upaya menjerat penyebar kebencian saat terjadinya kasus pembunuhan Hendri Priwani di Baamang, Sampit, Kalimantan Tengah. Kini, mereka mulai melakukan pendeteksian.

Selain memproses pelaku pembunuhan dengan dua tersangka, IM dan Kdn, Polda Kalteng sekarang ini juga sedang berupaya mendeteksi akun media sosial yang menyebarkan ujaran kebencian pasca terjadinya permasalahan di Kecamatan Baamang itu.

“Kami belum mengetahui pasti maksud dan tujuan penyebar ujaran kebencian tersebut, tapi dapat dipastikan tidak ada pihak-pihak tertentu yang berupaya menciptakan konflik di Kalteng. Kami pastikan kondisi Kalteng aman dan terkendali,” ujar Kapolda Kalteng, Brigjen Fakhrizal, seusai pertemuan tokoh adat Dayak dan Madura di Palangka Raya, Kamis.

Sebelumnya, imbauan pada masyarakat agar tidak kebablasan menggunakan medsos dalam kaitan peristiwa di Kotim itu, sudah disampaikan Kapolres Kotim, AKBP Hendra Wirawan. Hendra bahkan ikut pula memperingatkan publik bahwa pihaknya akan mengawasi akun-akun medsos yang ditengarai menebar ujaran kebencian.

Sebelumnya, berdasarkan informasi resmi dari aparat kepolisian, pembunuhan di Kecamatan Baamang Kabupaten Kotim terkait narkoba. Kasusnya sekarang ini dalam diproses hukum.

Kapolda Fakhrizal mengatakan dua pelaku pembunuhan yang terjadi di Kecamatan Baamang, baru-baru ini, telah ditangkap dan sekarang ini sedang menjalani proses hukum. Keduanya terdiri dari IM (17 tahun) dan ayahnya Kdn.

Kapolres Hendra mengatakan, pelaku IM ditangkap polisi pada Kamis (8/9) malam di sebuah rumah Jalan Pelita Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotawaringin Timur. Beberapa hari kemudian, Kdn, ayahnya juga ditangkap polisi di sebuah perkebunan.

Pembunuhan itu sendiri terjadi bermula ketika saat itu korban mendatangi rumah pelaku untuk membeli narkoba jenis sabu, namun oleh pelaku ditolak karena yang bersangkutan beralasan tidak menjual narkoba.

Korban bersikeras dan memaksa sehingga terjadilah percekcokan dan akhirnya perkelahian yang berujung tewasnya korban akibat luka sabetan senjata tajam di bagian tubuhnya. Korban tewas sekitar 100 meter dari rumah pelaku akibat kehabisan darah. (ant/akm)

Tags: , , , , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan