Sitename

Description your site...

Waduh….APBD-P Seruyan Turun Rp32 Miliar

Waduh….APBD-P Seruyan Turun Rp32 Miliar

KALAMANTHANA, Kuala Pembuang – Target pendapatan daerah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, pada APBD Perubahan 2016 mengalami penurunan sebesar Rp32,4 miliar atau 2,99 persen dari APBD murni Rp1,08 triliun.

“Pendapatan daerah pada APBD murni 2016 Rp1,086 triliun, namun setelah perubahan turun menjadi Rp1,054 triliun atau turun 2,99 persen, yakni sebesar Rp32,4 miliar,” kata Sekretaris Daerah Seruyan Haryono saat menyampaikan pidato pengantar kebijakan umum perubahan APBD di gedung DPRD di Kuala Pembuang, Selasa.

Ia menjelaskan, penurunan pencapaian target penerimaan pendapatan daerah terjadi karena adanya pemotongan dana perimbangan sesuai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) tahun anggaran 2016.

“Apabila diperhatikan, penurunan pendapatan daerah sesungguhnya berasal dari dana perimbangan,” katanya.

Ia merincikan, pemotongan penerimaan dana transfer pada dana bagi hasil pajak terdiri dari pemotongan bagi hasil dari pajak bumi dan bangunan sebesar Rp4,9 miliar atau sekitar 8,74 persen dari perhitungan APBD 2016 sebesar Rp56,1 miliar turun menjadi Rp51,2 miliar. Pemotongan bagi hasil pajak penghasilan pasal 21 sebesar Rp105,8 juta atau sekitar 1,75 persen.

Pemotongan pada penerimaan transfer pada dana bagi hasil bukan pajak sebesar Rp23,9 miliar yang terdiri dari bagi hasil bukan pajak dari iuran eksplorasi dan iuran eksploitasi (royalti) sebesar Rp22,3 miliar atau sekitar 61,63 persen, yang pada APBD murni dianggarkan sebesar Rp36,2 miliar, namun pada APBD Perubahan berkurang menjadi Rp13,9 miliar.

Pemotongan bagi hasil bukan pajak dari dana reboisasi sebesar Rp1,4 miliar atau 3,21 persen yang semula dianggarkan sebesar Rp46,2 miliar pada perubahan APBD menjadi berkurang sebesar Rp44,7 miliar.

Lalu pemotongan penerimaan bagi hasil bukan pajak dari minyak bumi dan gas bumi sebesar Rp82,5 juta dari perhitungan APBD murni sebesar Rp692,9 juta. Pada perubahan APBD turun menjadi sebesar Rp610,3 juta.

Dia mengatakan, pemotongan anggaran yang cukup besar untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp12,1 miliar atau 9,06 persen, sehingga perhitungan DAK fisik pada APBD Murni sebesar Rp133,8 miliar turun menjadi sebesar Rp121,7 miliar pada perubahan APBD 2016.

Pemotongan anggaran juga terjadi pada DAK non fisik Jaminan Persalinan (Jampersal) sebesar Rp793,3 juta atau 55,29 persen, semula pada APBD murni dianggarkan Rp1,4 miliar menjadi Rp641,6 juta pada APBD Perubahan.

“Dengan adanya penurunan penerimaan pendapatan daerah ini maka pendanaan berbagai program harus terukur sesuai dengan ketersediaan anggaran dan rasionalisasi belanja daerah,” katanya. (ant/akm)

Tags: ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan