Sitename

Description your site...

Soal Sumbangan Siswa, SMAN 2 Palangka Dinilai Tak Transparan

Soal Sumbangan Siswa, SMAN 2 Palangka Dinilai Tak Transparan

KALAMANTHANA, Palangka Raya – Sejumlah orang tua siswa SMAN 2 Palangka Raya, mengeluhkan dana yang mereka sumbangkan melalui Komite Sekolah tidak transparan. Akibatnya, mereka bertanya-tanya untuk apa sesungguhnya penggunaan dana-dana tersebut.

Salah seorang wali murid, Sugi Santoso, menyampaikan keluhannya itu di Palangka Raya, Minggu (14/5/2017). Dia menyampaikan di salah satu sekolah favorit di Kota Cantik itu, setiap siswa dipungut bayaran Rp170 ribu setiap bulan, sementara tiap siswa kelas X diharuskan membayar iruan bantuan pengembangan potensi sekolah (BPPS) Rp2 juta.

Dana komite itu seharusnya diperuntukkan bagi kegiatan ekstra kurikuler siswa. Tapi, menurut keterangan beberapa siswa yang mengikuti lomba, mereka berangkat dengan uang sendiri, baik untuk keperluan transportasi maupun pendaftaran.

Sugi mempertanyakan bagaimana alur uang sumbangan orang tua itu dan bagaimana pula laporan keuangannya. Menurutnya, laporan itu seharusnya dibagikan kepada orang tua.

Dia pun berharap, pemerintah daerah melalui otoritas terkait, melakukan audit kemana saja dana komite tersebut digunakan. Dia membayangkan betapa besarnya dana tersebut karena ada sekitar 1.200 siswa di sekolah tersebut.

Dia, misalnya, menyebutkan dana yang direncanakan untuk pembelian komputer. “Untuk pembelian komputer ujian ini, setiap siswa harus menyumbang Rp300 ribu. Dana untuk pembelian komputer sebanyak 63 unit dengan tiga server. Sedangkan untuk operasional sekolah sudah ada dana bantuan dari pemerintah dan komite, mengapa pengadaan komputer harus dimintakan lagi sumbangan?” ujarnya.

AL, salah seorang siswa, berkisah pula saat ada lomba pembuatan roket di Banjarmasin. “Kami memakai uang pribadi dan uang pendaftaran 150 siswa juga membayar sendiri. Padahal kegiatan tersebut atas nama sekolah. Saat ada perlombaan basket, kami harus mencari dana sendiri dari donatur,” ujarnya.

Kepala SMA 2 Palangkaraya, Muhammad Mi’rajulhaidi, saat dikonfirmasi terkait keluhan siswa melalui telepon selularnya oleh wartawan, tidak diangkat. (llk)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan