Sitename

Description your site...

Sampai Malam, Potensi Banjir Waru dan Sesulu Cenderung Naik

Sampai Malam, Potensi Banjir Waru dan Sesulu Cenderung Naik

KALAMANTHANA, Penajam – Curah hujan yang intens terjadi beberapa hari ini mengakibatkan banjir di beberapa wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Malam ini, Minggu 16/07/2017) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara melakukan peninjauan secara langsung, juga sebagai bahan evaluasi kinerja mereka dalam mengantisipasi terjadinya banjir susulan.

Nurlaila, Kasubid Logistik Peralatan BPBD PPU didampingi dua orang stafnya berikut Sekdes Desa Sesulu, Supianto Umar dan beberapa warga setempat terlihat di lokasi banjir yaitu di RT 022 Kelurahan Waru dan RT 06 Desa Sesulu.

“Ini akan jadi catatan kerja kami untuk tahun depan. Nanti kita akan tahu di mana kekurangan kita sehingga ke depannya bisa mengurangi titik rawan banjir,” terang Nurlaila.

Pada Sabtu (15/7) ada beberapa titik lokasi, kata Nurlaila, yang sudah dipantau di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara ini. Di Kecamatan Waru kondisi air saat ini masih tetap dan dipastikan akan cenderung naik.

“Besok saya komunikasikan dengan Shalikin dan Sekdes Desa Sesulu agar ditinjau dulu ke lapangan terkait solusi meminimalisir penyebab banjir, apakah bisa dilakukan dengan manual gotong royong atau menggunakan alat,” katanya.

“Sungai Sesulu yang melintas di perbatasan RT 022 Kelurahan Waru dan RT 6 Desa Sesulu perlu ditinjau bersama juga dengan aparat setempat sehingga bisa diketahui teknis pelaksanaan pekerjaan yang cocok di lapangan,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan sampai saat ini di TKP RT 6 Desa Sesulu dan RT 022 Kelurahan Waru, selain akibat dari pasang surut air laut banjir yang terjadi malam ini di wilayah RT 22 dan RT 06 Waru adalah karena tidak lancarnya arus air di jalur parit atau drainase yang mengarah ke sungai Sesulu.

Menuru Sulhan, warga RT 022 Kelurahan Waru, potensi kerugian yang bisa terjadi akibat banjir malam ini adalah kurang lebih 5 hektar tanaman sayuran tergenang air dan 20-an hektar sawah masyarakat sudah tenggelam.

“Kemungkinan perlu dilakukan pelebaran parit atau drainase serta pembersihannya,” ungkapnya. (myu)

Tags: , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan