Sitename

Description your site...

Inilah Pelajaran dari Tragedi Bayi dalam Freezer di Tarakan

Inilah Pelajaran dari Tragedi Bayi dalam Freezer di Tarakan

KALAMANTHANA, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Yohana Yembise sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan seorang ibu di Kota Tarakan yang menyimpan bayinya di dalam lemari pendingin.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Indonesia dikejutkan dengan pemberitaan seorang perempuan muda warga Kelurahan Karang Harapan, Kota Tarakan Kalimantan Utara yang diamankan pihak kepolisian akibat perbuatannya memasukkan jasad bayinya ke dalam lemari pendingin dan baru ditemukan setelah tiga bulan tersimpan.

“Setiap anak berhak untuk hidup dan mendapatkan perlakuan yang layak utamanya dari orangtua. Kami dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) sangat menyesalkan kejadian ini, begitu tega seorang perempuan yang merupakan ibu kandung memasukkan jasad bayinya sendiri ke dalam pendingin selama berbulan-bulan,” kata Yohana di Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Yohana mengatakan kejadian ini mengindikasikan masih banyak orangtua yang tidak siap dengan kehadiran seorang anak dalam kehidupannya.

Kelahiran yang tidak diinginkan menjadi salah satu permasalahan yang menunjukkan rapuhnya ketahanan sebuah keluarga terhadap berbagai tantangan yang dihadapi, sehingga memicu berbagai bentuk kekerasan dalam rumah tangga.

“Membentuk keluarga melalui institusi pernikahan hendaknya dibangun dengan landasan kasih sayang dan disahkan oleh hukum negara. Karena anak-anak yang lahir dalam pernikahan yang tercatat negara akan mendapat haknya secara penuh sebagai warga negara dengan mudah seperti akta kelahiran dan warisan,” kata dia.

Kejadian ini hendaknya dijadikan sebagai sebuah peringatan keras bagi seluruh pihak mengenai pentingnya memahami masalah ketahanan keluarga dalam membina kehidupan rumah tangga.

Yohana mengatakan, peningkatan ketahanan keluarga menjadi salah satu isu penting yang digalakkan Kemen PPPA untuk meningkatkan kualitas keluarga Indonesia.

Seperti yang telah diamanatkan dalam UU No.59 tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga yang bertujuan meningkatkan kualitas keluarga agar timbul rasa aman, tentram dan harapan masa depan yang lebih baik dalam mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan bathin.

“Peningkatan ketahanan keluarga menjadi sangat penting untuk menghadapi apapun tantangan dan permasalahan dalam membangun keluarga,” ucap dia. (ik)

Tags:

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

One Response

  1. Teka-teki Besar: Bayi SL Masih Hidup Atau Sudah Meninggal Saat Masuk Freezer? | Kalamanthana10 Agustus 2017 - 18:02 at 18:02Reply

    […] Inilah Pelajaran dari Tragedi Bayi dalam Freezer di Tarakan […]

Tinggalkan Balasan