Sitename

Description your site...

Inilah Harga Garam Termahal Sepanjang Sejarah Pedagang Ini

Inilah Harga Garam Termahal Sepanjang Sejarah Pedagang Ini

KALAMANTHANA, Muara Teweh Harga garam melonjak tajam di angka yang tidak wajar. Di Desa Lenon Besi II Kecamatan Teweh Timur, harga salah satu bumbu dapur itu meroket tajam hingga 600 persen. Kondisi tersebut terpantau di pasar kios eceran.

Salah seorang pedagang, Sulastri (62), mengatakan lonjakan harga garam di pasar tradisional terbesar di Benangen  terjadi sejak dua bulan terakhir. “Ini angka termahal sepanjang sejarah saya jadi pedagang. Tiap hari naik terus harganya,” keluhnya pada Jumat (11/8/2017).

Sulastri  mencontohkan produk bermerek Zebra. Tiap bal garam beryodium isi 10 bungkus itu semula dijual Rp15 ribu. Sebulan lalu naik menjadi Rp25 ribu dan saat ini menyentuh angka Rp77 ribu. Jika diecer, garam yang semula berkisar Rp2.500-Rp3.000 per bungkus kini tembus hingga Rp7.500- Rp9.000. Bahkan sebagian pedagang ada yang menjualnya Rp10 ribu.

Tidak hanya garam dalam kemasan bermerek yang mengalami kenaikkan harga. Garam jenis krosok dengan kualitas terendah pun melonjak tak terkendali. Semula harga garam nonyudiom Rp20 ribu per karung isi 20 kilogram, saat ini tembus hingga Rp100 ribu.

“Saya menjual eceran Rp5 ribu per kilogram. Semula hanya Rp1.000. Kemungkinan masih naik lagi,” ucapnya.

Selain mahal, komoditas bumbu berasa asin itu kian sulit ditemui di pasaran. Pasokan garam Zebra yang biasanya datang tiap minggu hingga ratusan bal, saat ini hanya ratusan bungkus.

Sulastri, tak tahu penyebab harga garam yang terus menanjak. Dia hanya memperoleh informasi bahwa hal itu akibat kondisi wilayah pemasok garam di Pati, Jawa Tengah, masih sering dilanda hujan. Akibatnya, produksi garam berkurang.

“Jumlah pembeli memang tidak berkurang. Namun mereka mengeluh. Ini bukan naik lagi tetapi ganti harga,” ujarnya.

Dampak lonjakan harga garam mulai dirasakan pelaku usaha rumahan pembuat kerupuk di Kecamatan Teweh Tengah. Marni, salah satunya. “Setelah harga bawang naik, disusul garam. Bagaimana bisa berkembang usaha kecil kami kalau seperti ini. Tolonglah pemerintah memperhatikan nasib wong cilik,” kata Marni pasrah. (atr)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan