Sitename

Description your site...

Inikah Penyebab Tewasnya Dua Pekerja Setelah Ditabrak XTrail di Penajam?

Inikah Penyebab Tewasnya Dua Pekerja Setelah Ditabrak XTrail di Penajam?

KALAMANTHANA, Penajam – Alex Gani Susanto dan Bambang Nurdiansyah tewas akibat kecelakaan lalu lintas di depan Kantor Camat Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Rabu (20/9/2017). Kuat dugaan, keduanya tewas akibat pendarahan di bagian kepala.

Seorang saksi mata kepada KALAMANTHANA menyatakan kondisi kedua korban tewas memang terhitung cukup parah. Kondisi keduanya mengalami pendarahan di bagian kepala.

“Sedangkan satu orang lainnya terlempar di bawah mobil kerja mereka dan terlihat masih sadar,” ujarnya di Penajam. Korban yang terlempar itu adalah Wandoko.

Para pekerja itu, saat kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 16.50 Wita, sedang menjalankan tugas memasang kabel untuk lampu jalan. Di sekitar mereka juga dilengkapi rambu dan tanda. Tapi, entah kenapa, mobil Nissan XTrail berwarna silver yang melaju kencang tiba-tiba menabrak mereka.

Menurut warga yang hendak menjemput keluarganya sepulang dari Tanah Suci Makkah, peristiwa itu terjadi saat pekerja penggali untuk pemasangan lampu jalanan masih bekerja. Tiba-tiba, ada mobil dari arah Petung menabrak mereka. Informasinya, mobil tersebut hendak menjemput jamaah haji.

Perwakilan Jasa Raharja PPU, Ihsan, mengkonfirmasi peristiwa kecelakaan ini. “Iya, tadi saya dapat informasi dari petugas piket Polres PPU dan langsung meluncur ke Rumah Sakit Umum Daerah PPU,” ujarnya kepada KALAMANTHANA.

Ihsan menambahkan korban meninggal dunia adalah Alex Gani Susanto, kelahiran 1967 asal dari Magetan (Jawa Tengah) dan Bambang Nurdiansyah kelahiran 1993, alamat Sempaja Utara, Samarinda Utara.

“Satu lagi kondisi masih sadar, hanya mengalami luka lecet di beberapa bagian dan cedera ringan di bagian kepala atas nama Wandoko,” ujar Ihsan di Penajam. (myu)

Tags: , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan