Sitename

Description your site...

Wisata Hutan Mangrove KIB Buluminung Belajar Banyak dari Mandalika

Wisata Hutan Mangrove KIB Buluminung Belajar Banyak dari Mandalika

KALAMANTHANA, Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melakukan  audiensi dan pembelajaran langsung terkait pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rombongan dipimpin Kepala Perusda PPU Wahdiyat Algazali, diikuti juga Kepala Bagian Humas Darmawan, Kepala Bagian Pembangunan Nico Herlambang, Kepala PDAM PPU Taufik dan sejumlah staf pendamping, beberapa waktu lalu.

Dipilihnya Mandalika sebagai lokasi audiensi dan pembelajaran bagi PPU, salah satunya karena daerah ini telah berhasil mengelola KEK pariwisata yang merupakan satu dari 10 Bali baru yang sudah ditetapkan pemerintah dan baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo. Potensi Mandalika juga memiliki banyak kesamaan apa yang ada di  kabupaten PPU.

Rencananya Kawasan Industri  Buluminung (KIB) milik Pemerintah Kabupaten   PPU yang juga telah diresmikan Presiden Joko Widodo tahun 2015 lalu, ke depan ditata bukan hanya sebagai kawasan industri, namun akan dijadikan sebagai KEK yang salah satunya mengandalkan sektor pariwisata.

Berbagai pembangunan kini ada di KIB PPU di antaranya Rel Kereta Api Borneo beserta pabrik dan pelabuhannya, Pusat Penelitian Maritim BPPT, Smelter Nikel, Pabrik Ethanol, Pabrik PT Agra Bareksa lndonesia, Supply Base EastKal, Pelabuhan Benuo Taka, Pelabuhan CPO PT Astra dan sebagainya. Ke depan bukan hanya sebagai pusat kawasan industri andalan daerah, namun rencananya kawasan ini akan dijadikan sebagai KEK termasuk kawasan pariwisata andalan di tanah Benuo Taka.

“KIB ini dicanangkan bersinergi dengan Kawasan lndustri Kariangau (KIK) di Balikpapan yang secara regional dapat ditetapkan sebagai KEK. Untuk mewujudkan hal tersebut itulah pemerintah Kabupaten PPU bersama jajaran terkait melakukan audiensi dan pembelajaran lapangan ke KEK Mandalika,” kata Kepala Bagian Humas Setkab PPU, Darmawan.

Darmawan mengatakan kawasan KIB seluas 5.600 ha ini memiliki berbagai potensi wisata yang sangat menarik untuk dikembangkan. Salah satu yang menjadi destinasi utama bagi wisatawan selama ini adalah keaslihan hutan mangrove dan terumbu karang lautnya yang masih terjaga dikawasan ini.

“Semua itu jika dikelola dengan baik pastilah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawanm, baik lokal, nasional maupun mancanegara untuk datang berkunjung ke PPU,” tambahnya.

Sementara itu, lanjutnya, Mandalika adalah salah satu KEK atau tempat perlindungan alam di Indonesia.  Dengan total area 1.250 ha, Mandalika menawarkan keindahan alam dan pantai yang eksotik. KEK Mandalika ini dikembangkan PT Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC), perusahaan BUMN yang bergerak di sektor pariwisata dan ditargetkan menerima kunjungan 20 juta wisatawan asing pada 2019 nanti.

Setiap pantai memiliki keunikan menawarkan keindahan berbeda dari yang lain. Selain pantai yang sangat panjang dan pasirnya sangat lembut, pesona lain yang ada di kawasan Mandalika adalah perbukitan hijaunya yang bergelombang. Di kiri dan kanan dari kawasan ini memiliki padang rumput yang sangat indah dinikmati dari ketinggian. Pengunjung juga bisa menikmati permadani hijau yang memukau dan juga pantai yang ada di bawahnya.

“Kabupaten PPU juga memiliki berbagai potensi dan pesona alam yang begitu menarik jika dikembangkan. Salah satu pesona alam yang masih jarang dimiliki oleh daerah-daerah wisata di luar Kalimantan adalah pesona hutan mangrove yang begitu luas dan terjaga. Jika ini dikembangkan menjadi objek wisata yang baik pastilah akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan baik lokal, nasional maupun manca negara,” terang Darmawan.

Dalam kesempatan itu, rombongan PPU diterima langsung jajaran pemerintah Kabupaten Lombok Tengah NTB dan jajaran PT ITDC. Kegiatan ini diisi dengan audiensi yang dirangkai dengan peninjauan ke lapangan. (adv/humas6/hr)

Tags: , , , ,

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan